Paparan terhadap Materi Partikulat Udara di Instalasi Pengelolaan Limbah Radioaktif
Main Article Content
Abstract
Instalasi Pengelolaan Limbah Radioaktif (IPLR), yang mencakup Instalasi Pengolahan Limbah
Radioaktif (IPLR) dan Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Nuklir Bekas
(KHIPSB3), memiliki potensi paparan partikulat udara akibat aktivitas mekanis, termal,
transportasi, dan penyimpanan limbah radioaktif, yang dapat menjadi media transport kontaminan
bila tidak dikendalikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi konsentrasi partikulat udara
dan tingkat kontaminasi udara sebagai indikator keselamatan inhalasi pekerja di kedua fasilitas.
Pemantauan partikulat dilakukan pada fraksi 0,3–10 μm menggunakan Fluke 985 Airborne Particle
Counter pada tanggal 13 Agustus 2025 (IPLR) dan 9 April 2025 (KHIPSB3). Data jumlah partikulat
dihitung rata- ratanya, dikonversi menjadi konsentrasi massa (mg/m³), dan dibandingkan dengan
Nilai Ambang Batas (NAB) partikulat respirabel 2 mg/m³ sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018.
Hasil menunjukkan seluruh ruangan di IPLR dan KHIPSB3 memiliki konsentrasi partikulat jauh di
bawah NAB, dengan nilai tertinggi berada pada area proses seperti kompaksi, insinerasi, dan panel
sementasi, sedangkan nilai di KHIPSB3 cenderung lebih rendah akibat kelembaban area kolam
yang menurunkan suspensi partikulat. Pengukuran tingkat kontaminasi udara juga menunjukkan
seluruh nilai α dan β berada jauh di bawah batas keselamatan yang ditetapkan fasilitas. Secara
keseluruhan, kondisi udara di kedua instalasi berada dalam kategori aman, namun hasil penelitian
menegaskan perlunya pemantauan partikulat dan kontaminasi udara secara berkala sebagai bagian
dari upaya mempertahankan keselamatan radiasi dan higiene industri di fasilitas nuklir
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The copyright for articles in this journal are retained by the author(s), with first publication rights granted to the journal. By virtue of their appearance in this open access journal, articles are free to use with proper attribution in educational and other non-commercial settings.References
BAPETEN. Peraturan Kepala Badan
Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 4 Tahun
tentang Proteksi dan Keselamatan
Radiasi dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir. 2013.
ICRP. Human Respiratory Tract Model for
Radiological Protection (ICRP Publication
. International Commission on
Radiological Protection. 1994.
Direktorat Pengelolaan Fasilitas
Ketenaganukliran. Laporan Analisis
Jurnal IPTEK, Vol. 10, No. 1, Februari, 2026: 1-8
Keselamatan Instalasi Pengolahan Limbah
Radioaktif (No. B-5/IV/LT/1/2022). Badan
Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 2025.
UNSCEAR. Sources and Effects of
Ionizing Radiation. United Nations
Scientific Committee on the Effects of
Atomic Radiation. 2010.
IAEA. Radiological Contamination
Control. International Atomic Energy
Agency. 2006.
Setiawan A. Evaluasi Kualitas Udara pada
Fasilitas Pengolahan Limbah Radioaktif.
Jurnal Teknologi Nuklir Indonesia. 2019.
ILO. Occupational Exposure to Airborne
Particulates in the Workplace. International
Labour Organization. 2017.
Permenaker. Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018
tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Lingkungan Kerja. Kementerian
Ketenagakerjaan Republik Indonesia. 2018.
Amellia R, dkk. Exposure to Airborne
Particulate Matter in the Radioactive
Waste Storage Facility. Prosiding
Konferensi IAEA tentang Pengelolaan
Limbah Radioaktif. Radioactive Waste
Management Installation – Directorate of
Nuclear Facility Management, BRIN; hlm.
–8. 2023.
IAEA. Monitoring and Surveillance of
Radioactive Facilities. International
Atomic Energy Agency. 2018.
Rahmawati D, Suryanto A. Analisis
Variasi Partikulat di Lingkungan Industri
Berdasarkan Perubahan Ventilasi. Jurnal
Keselamatan Kerja Indonesia. 2021.
Prakoso H. Pengaruh Kelembaban
terhadap Konsentrasi Aerosol di Ruangan
Tertutup. Jurnal Lingkungan dan Energi.
IAEA. Radiation Protection and
Monitoring in Nuclear Facilities.
International Atomic Energy Agency.
Nurhayati S, Putra D, Laksana R.
Karakteristik Partikulat Non-Radioaktif
sebagai Media Pembawa Kontaminan.
Jurnal Kesehatan Radiasi. 2022.
ISO. ISO 14644-1: Cleanroom and
Associated Controlled Environments—
Classification of Air Cleanliness by
Particle Concentration. International
Organization for Standardization. 2015.
Fluke. Fluke 985 Airborne Particle
Counter: User Manual. Fluke Corporation.
SNI. SNI 19-0232-2005: Nilai Ambang
Dosis Faktor Bahaya di Tempat Kerja.
Badan Standardisasi Nasional. 2005.
UNSCEAR. Airborne Particulate Behavior
and Deposition in Occupational Settings. United
Nations Scientific Committee on the Effects of
Atomic Radiation. 2016.
UNSCEAR. Exposure Assessment in Controlled
Facilities. United Nations Scientific Committee
on the Effects of Atomic Radiation. 2021.
Lestari M. Evaluasi Kebersihan Udara Kerja pada
Fasilitas Industri Berisiko Tinggi. Jurnal Higiene
dan K3. 2018.
Pusat Teknologi Limbah Radioaktif. Laporan
Analisis Keselamatan Kanal Hubung – Instalasi
Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Nuklir
Bekas (KH-IPSB3). Nomor P.001/KN 00
/TLR 3. 2018.