Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
https://jurnaliptek.iti.ac.id/index.php/jii
<p><strong>Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi</strong> atau biasa disebut dengan <strong>Jurnal IPTEK</strong> secara umum menerbitkan artikel tentang Teknik. Ada 11 bidang Teknik yang dinaungi yaitu Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Otomotif, Informatika, dan Teknologi Industri Pertanian. Dari bidang tersebut dikerucutkan menjadi lima cakupan yaitu Chemical enginnering, Chemistry and Bioengineering; Civil engineering, building construction and architecture; computer sains and IT; engineering; industrial and manufacture engineering. Topik yang dapat dipublikasikan dapat berupa ilmu dasar hingga aplikasi. Oleh karena itu diterbitkannya jurnal ini mempunyai tujuan sebagai berikut:</p> <ol> <li>Menyediakan wadah untuk diseminasi hasil penelitian</li> <li>Meningkatkan kualitas hasil luaran penelitian</li> <li>Membina hubungan antar peneliti</li> <li>Menyediakan referensi terkait bidang teknik</li> </ol>Institut Teknologi Indonesiaen-USJurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi2337-6783The copyright for articles in this journal are retained by the author(s), with first publication rights granted to the journal. By virtue of their appearance in this open access journal, articles are free to use with proper attribution in educational and other non-commercial settings.SISTEM PENGAMAN BAJA RINGAN PADA INSTALASI LISTRIK RUMAH
https://jurnaliptek.iti.ac.id/index.php/jii/article/view/452
<p>Tegangan listrik yang bocor pada rangka atap baja ringan pada instalasi listrik rumah tinggal merupakan<br />potensi bahaya yang sangat rentan terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama pada bangunan rumah<br />yang banyak menggunakan baja ringan sebagai rangka atap rumahnya. Kerusakan isolasi pada kabel<br />konduktor dapat menyebabkan terjadinya tegangan atau arus bocor mengalir melalui rangka baja yang<br />mengakibatkan bahaya sengatan listrik pada manusia. Salah satu penyebab sering terjadinya kerusakan<br />isolasi kabel adalah karena gigitan tikus yang menyebabkan konduktor kabel menjadi terkelupas dan<br />terhubung dengan rangka baja atap rumah sehingga mengalirkan tegangan atau arus listrik pada rangka<br />baja atap rumah. Melalui penelitian ini penulis bertujuan merancang sistem pengaman untuk melindungi<br />rangka baja ringan dari tegangan listrik bocor dengan menggunakan peralatan sederhana yang mudah<br />didapatkan dan memiliki harga ekonomis. Komponen utama yang digunakan adalah MCB, Relay, Kontaktor,<br />dan Push Button. Sistem ini bekerja mengamankan tegangan listrik bocor yang mengalir pada rangka baja<br />atap rumah dengan cara memutus rangkaian listrik karena telah terjadi kebocoran tegangan listrik pada<br />rangka baja atap rumah. Metodologi yang digunakan meliputi perancangan rangkaian dan pengujian sistem<br />dalam berbagai skenario kerusakan isolasi kabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini sangat<br />mudah diterapkan di setiap instalasi rumah tinggal yang bertujuan untuk mencegah kecelakaan akibat<br />potensi bahaya listrik pada bangunan rumah tinggal, terutama yang tidak memiliki sistem pentanahan yang<br />memadai</p>Yongki Maulana Fajar
Copyright (c) 2026 Yongki Maulana Fajar
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-282026-02-28102182110.31543/jii.v10i2.452Manajemen Kantor Layanan Teknis di Daerah pada Direktorat Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian – BSN
https://jurnaliptek.iti.ac.id/index.php/jii/article/view/449
<p>Badan Standardisasi Nasional (BSN) memiliki peran strategis dalam mendorong penerapan Standar<br />Nasional Indonesia (SNI) guna meningkatkan daya saing produk dan jasa serta menjamin aspek kesehatan,<br />keselamatan, keamanan, dan lingkungan. Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha<br />di daerah, BSN membentuk Layanan Terpadu Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SPK) di berbagai<br />wilayah Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya, layanan terpadu di daerah masih menghadapi tantangan<br />manajerial, khususnya pada aspek monitoring, evaluasi, dan sistem pelaporan yang belum terintegrasi.<br />Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan manajemen Layanan Teknis BSN di daerah serta<br />merumuskan alternatif solusi perbaikan berbasis prinsip manajemen pelayanan publik. Metode penelitian<br />yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap<br />tujuh Kantor Layanan Terpadu SPK di daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelaporan yang<br />masih konvensional dan terfragmentasi berdampak pada keterlambatan informasi, rendahnya efisiensi<br />administrasi, serta terbatasnya dukungan data dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu,<br />pengembangan sistem pelaporan digital terintegrasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan<br />efektivitas, akuntabilitas, dan kualitas Layanan Teknis BSN di daerah.</p>Dedy Maulana
Copyright (c) 2026 Dedy Maulana
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-282026-02-281025810.31543/jii.v10i2.449Sistem Pembersih Semi-Otomatis pada Konveyor Penggorengan Keripik Tempe
https://jurnaliptek.iti.ac.id/index.php/jii/article/view/453
<p>Keripik tempe merupakan salah satu produk pangan yang banyak diproduksi oleh UMKM, namun<br />proses pembersihan konveyor mesin penggorengan masih dilakukan secara manual. Proses ini<br />memerlukan waktu lama, menurunkan efisiensi produksi, dan meningkatkan risiko kontaminasi<br />pangan. Penelitian ini merancang sebuah sistem self- cleaning otomatis yang dapat membersihkan<br />permukaan konveyor menggunakan kombinasi elemen pemanas, pompa air, solenoid valve, dan<br />nozzle semprot, dikendalikan oleh PID Temperature Controller dan timer otomatis. Pengujian<br />menunjukkan bahwa sistem mampu memanaskan air 19 liter dari suhu 30°C menjadi 70°C dalam<br />15 menit serta melakukan penyemprotan otomatis selama 2 menit. Sistem ini dapat mengurangi<br />waktu pembersihan manual dan meningkatkan efisiensi serta kebersihan proses produksi keripik<br />tempe.</p>Hanifah Rifaatul MahmudahNovy Hapsari
Copyright (c) 2026 Hanifah Rifaatul Mahmudah, Novy Hapsari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-282026-02-2810291310.31543/jii.v10i2.453Kalibrasi Sistem Pengukuran Laju Alir Pendingin Primer (JE-01 CF831) Reaktor RSG-GAS
https://jurnaliptek.iti.ac.id/index.php/jii/article/view/451
<p>Sistem pengukuran laju alir pendingin primer JE-01 CF831 pada reaktor RSG-GAS merupakan<br />bagian dari Sistem Proteksi Reaktor (SPR) yang berfungsi memberikan sinyal keselamatan berupa<br />SCRAM jika laju alir berada di bawah batas minimum. Pada kondisi operasi, sistem ini mengalami<br />gangguan berupa pembacaan laju alir yang sangat tinggi (over scale) pada meter di Ruang Kendali<br />Utama (RKU), sehingga menyulitkan operator untuk memantau kondisi sebenarnya. Kegiatan ini<br />bertujuan memperbaiki dan mengkalibrasi kembali kanal pengukuran laju alir JE-01 CF831 agar<br />penunjukan sesuai dengan nilai ideal. Metode perbaikan dilakukan dengan simulasi tekanan<br />menggunakan kalibrator pada rentang kerja 0–500 mBar dan pengukuran keluaran arus transduser<br />pada rentang 0–20 mA, diikuti pengaturan ulang potensiometer zero dan span pada transduser. Hasil<br />pengukuran menunjukkan bahwa sebelum pengaturan ulang, pada tekanan 500 mBar keluaran<br />transduser mencapai 21,73 mA, lebih tinggi dari nilai ideal 20 mA dan menyebabkan tampilan over<br />scale pada meter RKU. Setelah dilakukan pengaturan ulang, keluaran transduser menjadi 20,02 mA<br />pada 500 mBar (mendekati nilai ideal) dan menghasilkan nilai error rata-rata sebesar 4,54%.<br />Dengan demikian, sistem pengukuran laju alir pendingin primer JE-01 CF831 telah kembali<br />beroperasi dengan baik dan dapat digunakan untuk mendukung fungsi keselamatan reaktor.</p>Rhamdiani Syafitri
Copyright (c) 2026 Rhamdiani Syafitri
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-282026-02-281021410.31543/jii.v10i2.451Evaluasi Performance Ekstruder dengan Penambahan Dies
https://jurnaliptek.iti.ac.id/index.php/jii/article/view/241
<p>Makanan ringan ekstrudat menjadi semakin diminati oleh masyarakat karena terbuat dari bahan dasar<br />protein nabati yang tekstur maupun rasa hampir sama dengan protein hewani serta biaya produksi maupun<br />harga jual yang lebih ekonomis. Pembuatan makanan ringan ekstrudat ini memerlukan mesin esktruder<br />sebagai alat utama yang di dalamnya meliputi proses pencampuran, pemasakan, pembentukan,<br />pemotongan disertai pengembangan dan pengeringan tergantung kondisi dan desain bentuk yang<br />diinginkan. Dari berbagai proses tersebut PT KLM melakukan evaluasi performa mesin esktruder dengan<br />modifikasi dies yaitu penambahan jumlah dies dari 16 lubang menjadi 21 lubang guna meningkatkan<br />kapasitas produksinya. Hasil evaluasi performa mesin ekstruder dengan melakukan penambahan jumlah<br />dies dari 16 menjadi 21 diperoleh bahwa efisiensi massa yang dihasilkan mengalami penuruan yakni<br />berkisar ±7% namun adanya penambahan dies dapat meningkatkan laju alir umpan selama proses ekstrusi<br />berlangsung. Dan ditinjau dari efisiensi panas menunjukan bahwa panas yang diberikan oleh heater barel<br />untuk proses ekstruksi masih belum mencukupi.</p>Rahayu Mulia Dewi MarwatiLinda
Copyright (c) 2026 Rahayu Mulia Dewi Marwati, Linda
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-02-282026-02-28102141710.31543/jii.v10i2.241